Sunday, 29 January 2017, 11:49:47 am

Penumpukan Sampah Kali Kemuning Sampang Terkesan Adanya Pembiaran

By: Surya
Aug 09, 2018 10:13
44

Sampang - Dalam mengatasi permasalahan tumpukan sampah Kali Kemuning yang terjadi, lebih tepatnya yang berada di sungai Jalan Bahagia, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang dan diduga kuat berindikasi terjadinya banjir terkesan adanya pembiaran.


Bahkan, saling tuding tanggung jawab terjadi di sejumlah Instansi/Dinas terkait akan permasalahan tersebut. Sebabnya, hal tersebut menjadi buah bibir beberapa aktivis dan pemerhati lingkungan yang berada di Kabupaten Sampang.


Seperti yang dikatakan salah satu warga Moh. Mansyur domisili di Jalan Teuku Umar yang satu ini. Dirinya sangat prihatin terkait permasalahan tersebut. Sementara, penumpukan sampah yang terjadi. Selain mengganggu ekosistem, merusak keindahan, bahkan diduga kuat berindikasi terjadinya banjir.


"Saya prihatin, kalau dinas terkait tidak dapat mengatasi permasalahan ini. Barangkali, anggaran mereka memang betul-betul tidak ada ya?, Atau jangan-jangan sebaliknya," ujar Mansyur. Kamis (9/8/2018).


Sementara, Kasi Perlindungan dan Pemanfaatan Sungai Erfan Efendi mewakili Dinas PUPR Sampang berdalih jika tudingan terhadap pihaknya tidak benar. Hal itu, dikarenakan pihaknya memang tidak mempunyai anggaran yang ditujukan untuk mengatasi sampah tersebut.


"Untuk pembersihan sampah yang ada disungai, hanya kamil lakukan ketika mendekati musim Hujan dan menjelang lomba Adipura saja. Sebab, sampah tersebut bukanlah tanggung jawab kami, lagian percuma kalau kami bersihkan sementara warga tetap membuang sampah di sungai. Serta, selama ini kami sering mengadakan sosialisasi di sejumlah kelurahan terdampak, bahkan Lurahnya pun kami gandeng," katanya.


Di sisi lain, Lurah Rongtengah Wakil mengungkapkan jika sampai saat tidak pernah ada program sosialisasi terhadap pihaknya. Bahkan, meskipun ada program sosialisasi, pihaknya tidak pernah dilibatkan.


"Sosialisasi?, mana gak pernah ada kok mas. Nah, hal itu berbeda dengan masa sewaktu saya menjabat pertama kali sebagai lurah. Kalau dulu, ada sosialisasi saya mesti dilibatkan. Sekarang meskipun ada program sosialisasi, tapi kalau tidak ada bentuk teknis kegiatan dilapangan, ya percuma mas," tandasnya.


Sekedar mengingat, tudingan tersebut lantaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaui Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Pengendalian Hidup Moh. Zainullah yang mengungkapkan jika hal tersebut bukan wewenang pihaknya. Namun, permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, (6/8). (Riz)


Create



Masuk