Sunday, 29 January 2017, 11:49:47 am

Singgih Bektiono Dipastikan Masuk Bui

By: Surya
Feb 23, 2017 12:02
65

Sampang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, menyatakan keterlibatan tersangka atas nama Singgih Bektiono selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dalam kasus dugaan korupsi pengembangan tebu tahun anggaran 2013 sangat besar sekali.


Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Sampang, Yudie Arieanto Tri Santosa, mengatakan, semua gerak-gerik terdakwa kasus korupsi tebu yang saat ini sudah dijebloskan ke dalam penjara sebenarnya sudah diketahui oleh tersangka Singgih Bektiono.


"Gerak-gerak gerik yang dimaksud yaitu meski terdakwa lainnya tidak mempunyai calon petani mapun lahan untuk penanaman tebu, tersangka ini tetap menandatanganinya," terangnya, Kamis (23/2/2017).


Yudie juga menjelaskan, pada saat itu, Singgih Bektiono menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sampang, sekaligus sebagai leading sektor bantuan pengembangan tebu yang berkewajiban melakukan survey kejelasan calon petani maupun melakukan pengukuran lahan (CPCL) untuk pengembangan tebu di Sampang.


"Dinas itu berkewajiban menyediakan CPCL, tapi oleh tersangka tidak dilakukan. Dia hanya mengumpulkan KTP orang yang dianggap mempunyai lahan 5 hektar atau 10 hektar," jelasnya.


Padahal kata Kasi pidsus, seharusnya dalam menjalankan program pengembangan tebu itu, ada beberapa utusan yakni baik dari provinsi maupun Dinas terkait yakni Kabid Bina kelembagaan Dishutbun, Syaikhul Anwar untuk melakukan CPCL, termasuk adanya tim teknis yang diketuai oleh tersangka sendiri.


"Pak Singgih ini yang menandatangani surat CPCL, sehingga semuanya jalan meski fiktif," imbuhnya.


Disinggung apakah ada pihak ketiga ataupun pihak lainnya yang terlibat, Yudie mengaku tidak ada. Sebab, bantuan itu diperuntukan untuk poktan melalui Dishutbun. Sedangkan Koperasi yang bermain hanya sebatas yang diprakarsai oleh Edy Junaidi, Gada Rahmatullah dan Abd Azis. Dengan total kerugian sebesar Rp 21 miliar.


"Kerugiannya ya itu, garapan fiktif si Edy, Gada dan Abd Azis dengan total kerugian sebesar Rp 21 miliar, sisanya sebesar Rp 6 miliar, itu realisasi tebu yang sudah ditanam," tandasnya.(mm)


Create



Masuk