Sunday, 29 January 2017, 11:49:47 am

Jukir Liar Menjamur Mana Satpol PP ?

By: Surya
Aug 04, 2018 11:44
72

SAMPANG - Gencarnya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak sebanding dengan sikap tegas pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, menjamurnya Juru Parkir (Jukir) liar menjadi salah satu contoh sikap kurang tegas dari pihak Satpol PP tersebut.


Tak hanya itu, sikap yang dimaksud terkesan adanya main mata Satpol PP oleh sejumlah masyarakat di Kabupaten Sampang. Adapun, dari hal tersebut diduga kuat dapat mengurangi Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) kabupaten sampang.


Semisal yang dialami oleh salah satu warga sampang inisial (IM) ini. Dirinya mengungkapkan bahwa, selama dirinya memarkirkan kendaraannya tidak pernah sekalipun mendapatkan karcis parkir.


"Saya pribadi mengeluhkan, proses penarikan jasa pelayanan parkir yang dilakukan oknum tanpa menyertakan karcis. Sehingga, kadang kala uang yang dibayar kepada oknum tersebut, tidak jelas besarannya berapa. Rp 5 Ribu kadang hanya kembali Rp 2 Ribu saja. Kemudian, kalau tidak ada karcis, uang jasa parkir itu kemana?. Kami berharap satpol pp segera turun tangan," ungkapnya.


Sementara, Pihak Pol PP melalui Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menjelaskan jika berkaitan masalah parkiran tersebut bukan wewenang pihaknya, melainkan wewenang Dinas Perhubungan (Dishub). Namun, jika ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya juga akan bertindak melalui Peraturan Daerah (Perda).


"Kebocoran-kebocoran ini sebenarnya ditimbulkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya yang kurang optimal. Seharusnya mereka melakukan pengawasan dan turun sendiri ke lapangan. Semisal, yang gak pakai baju/rompi jukir tidak boleh melakukan kegiatan parkir. Kalau permasalahan yang terjadi seperti itu, ngomong saja mana karcisnya ke jukirnya. Terus ditanyakan lagi, sampeyan ini legal atau ilegal. Karena bayarnya saya itu untuk menyatakan bahwa lokasi ini, lokasinya sampeyan. Kalau bukan dari masyarakat sendiri yang mencegah, mereka semua seolah-olah sok bodoh," jelasnya.


Di waktu yang sama, Kepala Dishub Sampang M.Zuhri mengatakan, terkait pelayanan parkiran seharusnya disertakan dengan karcis. kalau ada laporan seperti yang dimaksud, pihaknya akan segera lakukan tindakan.


"Kalau kedepannya jangan sampek terjadi seperti itu. kalau seperti itu terus, oknum-oknum jukir mulai nyeleweng dan perlu pembinaan. Serta kami nantinya akan menerapkan parkir berlangganan tahunan seperti halnya di kabupaten lainnya. Disamping PAD sendiri meningkat, kebocoran2 dibawah bisa diatasi. tandasnya. (Riz)


Create



Masuk