Sunday, 29 January 2017, 11:49:47 am

FGD: Peran APIP Menyikapi Permasalahan Publik Masih Lemah

By: Surya
Sep 03, 2018 07:11
179

SAMPANG - Ketua Forum Gardu Demokrasi (FGD) Divisi Politik, Hukum dan HAM, Abdul Azis Agus Priyanto menuturkan peran lembaga Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Sampang diduga tidak linear dengan eksistensi seperti yang diharapkan.

Pasalnya, dari sejumlah permasalahan badan publik yang bermunculan tidak ada sikap responsif dari APIP itu sendiri. Hal tersebut diduga lantaran kinerja dari lembaga yang dimaksud, sebagai akomodir penjamin, pembimbing maupun penerbit rekomendir semata. Namun, bukan sebagai shock therapi atau efek jera bagi aparatur penyelenggara negara yang menyalahgunakan kewenangan.

"Seharusnya, APIP menjadi pengawas intern dan mendorong peningkatan efektifitas resiko manajemen (risk management), serta mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagaimana yang diamanatkan dalam PP 60/2008 tentang SPIP," ujar Azis, Senin, (3/8/2018).

Menurutnya, terbitnya Perpres 3/2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Serta, Inpres 2/2018 tentang percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap di seluruh wilayah Tanah Air belum mampu memberikan perubahan tata kelola dalam pemerintahan di Kabupaten Sampang.

"Saya harap APIP menjadi institusi yang bisa memberikan pembinaan serta pengawas intern (Quality Assurance), yakni institusi yang mampu menjamin program atau kegiatan berjalan secara efisien dan efektif, sesuai dengan aturan hukum perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.

Sementara, Inspektorat Sampang melalui Kasubag Program dan Evlap Slamet Junaidi mengungkapkan, tidak bisa memberikan sebuah statement lantaran adanya etika posisi jabatan.

"Maaf mas, saya tidak bisa memberikan pernyataan, karena kemarin saya memberikan statement dimarahi mas. Paling tidak tatarannya itu ke Sekretaris mas. Saya juga tidak diperbolehkan untuk mendahului dalam memberikan statement, etika soalnya mas," ungkap Slamet saat di konfirmasi via seluler.

Senada, Sekretaris Inspektorat Suparnadi Wasis juga menjelaskan, tidak dapat memberikan pernyataan tersebut. Hal itu, disebabkan adanya aturan dan komitmen posisi jabatan.

"Lho kok ke kami mas?, begini saja kalau mau konfirmasi langsung ke pimpinan, karena sudah komitmen untuk satu pintu ke pimpinan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, saat kami berusaha menghubungi Inspektur Daerah Kabupaten Sampang H.R.Soeharjanto melalui via seluler, tidak ada respon sama sekali. (Riz)


Create



Masuk